Tuesday, September 25, 2018

How To : Garam Dapur Bisa Membantu Bersihkan Jok, Begini Caranya


Jok berbahan kain atau fabric dianggap sebagai material yang cukup nyaman. Selain lembut saat diduduki, juga jok ini tidak terasa panas, namun bahan ini mudah kotor bahkan kerap meninggalkan noda yang susah hilang, terutama jika berwarna terang.
Material kain relatif lebih sulit dibersihkan dari noda dibandingkan dengan bahan kulit ataupun semikulit. Tetapi, bukan berarti tak bisa dibersihkan, hanya, perlu trik khusus. “Memang lebih susah dibersihkan dibanding material pelapis jok lainnya, namun ada trik supaya pekerjaan jadi lebih mudah,” terang Andik Prasetyo dari DnA Auto Detailing, Bintaro Jakarta Selatan.
Bahkan bahan baku untuk membersihkannya pun bisa ditemukan di rumah. “Kita gunakan detergen cair untuk mencuci pakaian, kemudian kita campur dengan garam dan air,” ungkap Andik. “Garam dapur merupakan bahan yang memiliki efek antijamur untuk bahan fabric. Ini yang bikin perawatan selanjutnya lebih enteng,” imbuhnya.
Cukup mudah, bukan? Langsung saja ikuti langkah-langkahnya.
  1. Bersihkan permukaan jok yang akan dibersihkan. Gunakan sikat untuk menyeka permukaan jok dan pastikan tidak ada serpihan kotoran, semisal remah makanan yang tertinggal. Bisa juga gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat kotoran di awal.
  2. Siapkan bahan pembersih yang terdiri dari campuran air, detergen cair dan garam. Komposisi 1 sendok makan garam, 1 sendok makan detergen dan air secukupnya.
  3. Buatlah buih/busa dengan campuran tersebut.
  4. Usap dan menggosokkan busa dengan spons pada bagian yang kotor
  5. Jika noda membandel bisa menggunakan sikat gigi bekas untuk menggosok bagian tersebut.
  6. Segera usap dan keringkan dengan tissue. Jangan gunakan kain atau lainnya dalam proses ini. Tissue dipilih karena sudah bisa dipastikan bahwa kondisinya bersih dan bebas jamur.
  7. Jika ada vaccum cleaner, gunakanlah untuk menyedot bagian yang tadi dibersihkan.
  8. Agar dipastikan kering, gunakan hair dryer pada bagian yang baru dibersikan.
sumber : carreview.id

Monday, September 17, 2018

Gaikindo Nilai Mobil Listrik Terlalu Prematur Buat Indonesia


Pemerintah Indonesia dinilai punya banyak hal yang mesti dibereskan jika ingin mempopulerkan mobil listrik. Apalagi jika berencana menghentikan penjualan mobil konvensional pada tahun tertentu.
Gaikindo mewanti-wanti bahwa infrastruktur menjadi pekerjaan rumah paling besar. Stasiun pengisian daya baterai mesti tersebar merata dan itu tantangan serius bagi negara seluas Indonesia.

Maaf, kalau negaranya seluas Singapura itu relatif mudah. Tapi kalau negara seluas Indonesia dan harus menaruh stasiun pengisian daya di Aceh hingga Papua itu bukan pekerjaan mudah,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, belum lama ini di Jakarta.

Kesiapan listrik Indonesia Indonesia juga mesti dipikirkan. Butuh tegangan listrik besar untuk menyuplai stasiun-stasiun pengisian daya.
Nangoi mencontohkan infrastruktur serupa di luar negeri yang mampu mengisi baterai mobil listrik hanya dalam 2,5 – 3,5 jam. Agar mampu seperti itu, satu stasiun butuh tegangan 450 – 470 volt.
“Nah, kalau Anda bilang hentikan semua penjualan mobil konvensional suatu waktu terus ke mobil listrik, apa Anda sudah mampu bangun di seluruh Indonesia jaringan yang mampu mengisi dalam 2,5 – 3,5 jam?,” papar dia.
Tegangan listrik di rumah pun wajib dibenahi. Pasalnya, dengan tegangan 220 volt yang dimiliki kebanyakan rumah di Indonesia, butuh 8 – 10 jam dengan risiko perabotan listrik lain di hunian bisa terganggu.
“Anda isi di rumah, maka gardu-gardu listrik akan menjadi tak mencukupi lagi. Itu harus dipikirkan,” tegasnya.
Tugas pemerintah selanjutnya ialah memastikan sumber tenaga dari pembangkit tenaga listrik juga ramah lingkungan. Jika masih memakai batu bara, polusi hanya berpindah tempat.
“Yang harus kita ingat lagi, setelah 10-15 tahun kemudian, baterai ini harus didaur ulang. Nah, pendaur ulangan baterai ini enggak gampang. Saat ini di dunia baru ada satu-dua negara yang bisa mendaur ulang,” tambah Nangoi.
Terakhir, industri komponen juga terancam banyak yang gulung tikar jika wacana pelarangan penjualan mobil konvensional dilakukan tanpa pikir panjang. Nangoi menjelaskan ada 1,2 juta orang yang bekerja di bisnis otomotif, termasuk di industri komponen.
Nangoi berpikir sebaiknya peraturan yang dukung ke arah kendaraan rendah emisi harus dibenahi terlebih dahulu. Hal ini akan menumbuhkan mobil hybrid, plug-in hybrid, sampai akhirnya mobil listrik.
“Kalau sudah berkembang tinggal kita lihat,” tandasnya. [Xan/Ari]

sumber : mobil123.com

Tuesday, September 11, 2018

Abu Jenazah hingga Ular Hidup, Ini Deretan Barang Aneh dari Mobil Bekas



saat merupakan pilihan menarik bagi sebagian konsumen karena harganya lebih terjangkau. Banyak cara untuk mendapatkannya, bisa melalui pelelangan, showroommobil bekas, atau kenalan yang menjual mobilnya.
Sebelum mobil bekas berpindah tangan atau dijual, biasanya, pihak showroom, pelelangan, maupun pemilik sebelumnya akan membersihkannya terlebih dahulu. Hal ini terkadang memberikan kejutan.

Pasalnya, orang yang membersihkan mobil sebelum dijual, akan menemukan beberapa barang yang wajar tertinggal atau terselip di mobil. Namun, beberapa orang justru menemukan hal-hal yang bisa dibilang aneh.
Terkait hal tersebut, mengutip dari Carscoops.com, salah satu pelelangan mobil bekas di Inggris justru merilis daftar 10 barang teraneh yang mereka temukan selama 1 dekade terakhir.
Pertama adalah seekor ular hidup yang terdapat di kursi belakang mobil bekas. Selain itu, mereka juga menemukan obat-obatan terlarang yang kemudian diserahkan pada kepolisian setempat.

Bahkan, mereka menemukan sebuah kotak tanpa keterangan berisi abu yang diduga abu jenazah seseorang. Ditemukan juga lima paket jersey tim futsal yang masih baru dan terbungkus rapi.
Tak hanya barang-barang aneh, pelelangan mobil bekas di Britania Raya tersebut juga menemukan barang-barang berharga, seperti sepasang sepatu mahal yang dilengkapi dengan kristal, sekotak DVD film, cincin pernikahan, kue ulang tahun, boneka, dan balon berbentuk domba.

sumber : liputan6.com

Thursday, September 6, 2018

Diskon Mobil MPV di GIIAS 2018 hingga Rp 100 Juta

Mobil jenis serbaguna (multi purpose vehicle, MPV) di pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 menawarkan diskon cukup menggiurkan. Beberapa merek seperti Daihatsu, Datsun, Honda, Isuzu, Mazda, Mitsubishi, Nissan, dan Suzuki serta Toyota memberikan diskon hingga puluhan juta rupiah.
Pabrik mobil Jepang Daihatsu menawarkan potongan sebesar Rp 20 juta untuk Xenia, Sigra (produksi 2017) Rp 8 juta, dan Rp 7 untuk Sigra 2018. Lalu Datsun, diskon Rp15 juta diberikan kepada calon konsumen yang membeli GO Cross, GO Plus (produksi 2017) Rp 11 juta, dan GO Plus kode produksi 2018 didiskon Rp 5 juta.
Honda juga memberi diskon untuk Mobilio sebesar Rp 20 juta atau lebih besar dari Isuzu Panther yang cuma sebesar Rp 7 juta. Kemudian Mazda Biante produksi 2017 dipangkas harganya hingga Rp 85 juta.
Untuk Mitsubishi Xpander, diskon harga yang cuma Rp 1 juta, namun konsumen mendapatkan hadiah satu unit tablet Samsung. Sementara Nissan tampak jor-joran memberi diskon harga pada produk-produknya. Livina kode produksi 2018 didiskon hingga Rp 35 juta, Livina (kode produksi 2017) Rp 51 juta, Serena keluaran 2018 mencapai Rp 30 juta, Serena untuk kode produksi 2017 sebesar Rp 42 juta, dan MPV Elgrand berlaku diskon mulai Rp 60 juta sampai Rp 100 juta.
Diskon tak berlaku untuk model terbaru Ertiga. Suzuki cuma memangkas harga jual APV sebesar Rp 10 juta. Toyota, perusahaan pemilik logo tiga elips itu menggelar promo menarik berupa diskon Rp 23 juta untuk low MPV Avanza, Sienta (Rp 30 juta), Kijang Innova (Rp 14 juta), Calya (Rp 7 juta), dan Alphard serta Vellfire yang masing-masing Rp 5 juta.
Untuk merek Korea, Hyundai H-1 produksi tahun lalu berlaku diskon Rp 10 juta. Dan mobil China, Wuling memberlakukan diskon Rp 10 juta pada Confero dan setengahnya untuk Cortez. (CNN)

sumber : gaikindo.or.id